Gempa Hamburkan Warga Kota Bandung

Written By Alfarqy on Wednesday, May 19, 2010 | 7:30:00 AM

Gempa dengan kekuatan 6 skala Richter (SR) hamburkan warga kota Bandung dan sekitarnya serta wilayah selatan Jawa Barat, Selasa (18/5) malam. Warga berhamburan panik keluar rumah ketika peristiwa itu terjadi.

Menurut data dari Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah Kota Bandung, gempa terjadi pada pukul 18.59 WIB di 8,22 lintang selatan (LS) dan 107,21 bujur timur (BT) dengan kekuatan 6 SR di kedalaman sekitar 13 km di atas permukaan laut. Gempa ini terjadi 147 km tenggara Sukabumi, atau 149 km barat daya Tasikmalaya, 150 km barat daya Bandung, 160 km barat daya Ciamis, dan 231 km tenggara Jakarta. Dari informasi BMKG Wilayah Bandung, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Surono mengatakan, gempa bumi yang terjadi kemarin malam terjadi di sekitar 147 km tenggara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalam 13 km dari permukaan laut dengan magnitudo sebesar 6 SR.

Menurut Surono, sekalipun gempa itu berkekuatan besar, namun tingkat kerusakannya tidak begitu signifikan. Surono menegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami, sekalipun kedalamannya sekitar 13 km di atas permukaan laut.

"Gempanya termasuk gempa dangkal, yakni sekitar 13 km dari permukaan laut dan dirasakan sangat besar goyangannya. Namun diprediksi tidak memiliki daya rusak yang besar," ujar Surono yang dihubungi via telepon genggamnya.

Gempa itu membuat sebagian pusat perbelanjaan di Kota Bandung "mati" seketika, terutama yang berada di gedung bertingkat. Berdasarkan pemantauan yang dihimpun "GM", sekitar 50% counter di Bandung Elektronik Center (BEC) memilih tutup, terlebih untuk kios yang berada di lantai 4 dan lantai 5. Di samping itu, tidak sedikit warga yang berhamburan keluar dan berusaha menyelamatkan diri.

Potensi hujan

Terkait cuaca saat ini, meski dalam catatan BMKG Wilayah Kota Bandung musim kemarau di kawasan Kota Bandung terjadi pada dekade kedua bulan Mei ini, namun curah hujan masih cukup tinggi di atas 170 mm. Bahkan tiga hari ke depan, di Kota Bandung masih berpotensi terjadi hujan.

"Memang berdasarkan catatan prakiraan cuaca bulan Mei ini sudah memasuki musim kemarau untuk wilayah Kota Bandung dan sekitarnya, namun hal tersebut bukan berarti tidak terjadi hujan," ungkap prakirawan BMKG Kota Bandung, Dede Nurdin, saat ditemui di kantor BMKG Wilayah Kota Bandung, Jln. Cemara, kemarin.

Dikatakan, kondisi itu terjadi karena suhu permukaan laut saat ini masih hangat. Dampaknya masih kerap terjadinya proses konveksi awan yang mengakibatkan terjadi hujan dan timbulnya awan stratifom (awan dengan bentuk angka 100).

Awan tersebut, sambung Dedi, akan menimbulkan hujan yang cukup lama dan berpotensi banjir karena volume air yang dihasilkan. "Bulan Mei dekade kedua masuk musim kemarau, akan tetapi masih bisa dikatakan musim transisi hingga dekade keempat," tegasnya.

Terkait kondisi cuaca yang tidak menentu, menurutnya, berdasarkan pengamatan prakiraan yang dilakukan sejak 50 tahun ke belakang, pada tahun 2010, cuaca yang terjadi, terutama curah hujan merupakan yang terbesar dan tertinggi.

"Cuaca pada Februari hingga Maret, curah hujan yang terjadi adalah yang paling besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya selama 50 tahun ke belakang. Hal tersebut terjadi karena pengaruh kondisi lokal," katanya.

Catatan: Ketika ngepost artikel diatas, gempa juga saya rasakan yang ada di Banten ini.
Blog, Updated at: 7:30:00 AM

0 comments:

Post a Comment

Silahkan, ditunggu komentarnya! ^^