Padang Panjang, Kota Tanpa Iklan Rokok Bukan Aksi Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Written By Alfarqy on Sunday, May 30, 2010 | 7:29:00 PM

Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada esok hari tanggal 31 Mei, banyak berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah ataupun organisasi, seperti misalnya yang terjadi di Bundaran HI tadi siang yaitu dengan menggantikan rokok dengan jeruk yang diberikan kepada perokok. Ada juga yang membagi-bagikan stiker dan selebaran tentang bahaya rokok. Di Padang Panjang, kota di sebelah utara Provinsi Sumatera Barat, anda tidak akan menemukan spanduk iklan rokok, tapi ini bukan aksi memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tapi karena memang di kota ini program tanpa iklan rokok sudah dijalankan oleh pemerintah setempat mulai tahun 2008 lalu.

Spanduk-spanduk yang biasanya tak akan pernah terlewat di sudut-sudut kota dimana pun, tak akan pernah anda jumpai di kota ini. Sepanjang jalan di kota yang berpenduduk 54.512 jiwa itu, bersih dari segala macam spanduk dan billboard rokok. Tak terlihat pula warga yang merokok di sembarang tempat di kota yang berudara sejuk itu.

Penolakan untuk tidak memperbolehkan pemasangan iklan merupakan upaya dari pihak pemerintah kota Padang Panjang untuk menjadikan kota tersebut bebas dari asap rokok.

Langkah ini tergolong sebuah terobosan yang berani, pasalnya Pendapatan Asli Daerah Padang Panjang harus terpotong dari pendapatan pemasangan Iklan rokok. "Sejak 2008, kita tidak terima sponsor dan iklan rokok. Meskipun sebelumnya, setiap bulannya PAD yang didapat dari Iklan rokok harus hilang sebanyak 100 juta," kata Walikota Padang Panjang, H. Suirsyam kepada wartawan jelang persiapan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Padang, Minggu 30 Mei 2010.

Ia mengakui, awalnya ada kebijakan itu memang dinilai sangat berat bagi pemerintah kota dan masyarakat, namun itu sebuah upaya untuk membatasi rokok dan menjadikan kota bebas asap rokok. "Itu komintmen kita, dan ternyata PAD dari luar rokok malah lebih banyak, karena memang letak kota kita sangat strategis untuk pemasangan Iklan, mengingat Kota Padang Panjang merupakan kota yang dilintasi warga yang ingin ke Bukti Tinggi, Maninjau, dan Solok," jelasnya.

Menurutnya, selama ini PAD yang didapatkan berasal paling banyak dari Restribusi Pasar dan Restoran. "Tidak ada iklan rokok, tidak buat kota kita miskin pendapat. Dan kita bisa buktikan itu," tegas dia.

Ia menuturkan setelah adanya pelarangan iklan rokok, PAD di kota mencapai 22 Miliyar pertahun. "Kita bahkan membuat masyarakat semakin sadar akan kesehatan dan bahaya merokok," imbuhnya.

Walaupun demikian, Walikota mengaku usaha ini memang masih banyak yang harus disempurnakan, meskipun angka harapan hidup di Padang Panjang sudah mencapai 70,9 Tahun. "Saat ini saja sudah ada 290 kepala keluarga yang tidak merokok," ungkapnya.

Belum lagi, tercatat penurunan 50 persen penderita penyakit paru-paru akibat merokok. "Tahun ini saja, setiap harinya hanya 5-10 pasien, sebelumnya bisa mencapai 20-30 orang setiap harinya," ucap dia.

Sementara itu, salah satu warga Padang Pajang, Samsul (35) mengaku memang sejak tahun 2008 di kota kelahirannya tidak ada lagi Iklan dan sponsor rokok. "Ya kota saya bebas iklan rokok, dan tentunya juga harus bebas dari asap rokok," katanya dengan logat minang seraya merasa bangga.

Seperti diketahui, menurut badan kesehatan dunia (WHO), rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah masyarakat. Setiap detiknya setiap orang meninggal karena rokok.

Sedangkan menurut data Epidemi dunia menunjukkan tembakau membunuh lima juta orang setiap tahunnya. Jika ini terus berlanjut maka dikhawatirkan bahaya rokok di tahun 2020 akan menyebabkan terjadinya sepuluh juta kematian. Dan 70 % kematian itu terjadi di negara yang sedang berkembang.

Tingginya populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia pada urutan ketiga konsumen tembakau atau rokok di dunia. Dengan konsumsi sebanyak 220 milyar batang pertahun 2005.

Kira-kira kota mana yang akan mengikuti jejak Padang Panjang, apakah Jakarta, Bandung, Surabaya atau kota mana? Yang jelas hanya butuh keberanian untuk melakukan itu semua dan untuk mengatakan "Tidak" pada rokok.
Blog, Updated at: 7:29:00 PM

0 comments:

Post a Comment

Silahkan, ditunggu komentarnya! ^^