Marzuki Alie Pemimpin Mental Tempe?

Written By Alfarqy on Friday, October 29, 2010 | 9:14:00 PM

Marzuki Alie pemimpin mental tempe? Ingat waktu dulu di sekolah, kalau berbuat salah kemudian dimarahi guru, pasti dimakinya begini: "Dasar calon pemimpin mental tempe!". Kira-kira cocok nggak dengan seorang yang diajukan rakyat untuk memimpin mereka dan berlaku seperti dibawah ini?!


KOMPAS.com - Menanggapi bencana tsunami di Mentawai, Ketua DPR RI Marzuki Alie justru menyalahkan para korban yang tetap tinggal di tepi pantai. Ia juga menyarankan agar warga pindah ke daratan.

"Mentawai itu kan pulau. Jauh itu. Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Saat ditanya, konsekuensi apa yang dimaksudnya, Marzuki menjawab, "Ya kalau takut kena ombak, jangan tinggal di tepi pantai," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat ini. Dengan letak dan posisi Mentawai, menurutnya, sulit bagi warga untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana. "Saya tanya, kalau tinggal di Mentawai, ada peringatan dini soal tsunami sempat enggak dua jam dia tinggalkan Mentawai? Ya enggak sempat," katanya.

Karena itu, Marzuki menyarankan warga Mentawai agar pindah untuk tinggal di daratan. "Kalau tinggal di pulau itu sudah tahu berisiko, pindah sajalah. Namanya kita negara di jalur gempa dan tsunami luar biasa. Kalau tinggal di pulau seperti itu, peringatan satu hari juga tidak bisa apa-apa," ujar dia.

Sangatlah tidak cocok dan sepadan untuk seorang Marzuki Alie yang menjabat sebagai ketua DPR, berkomentar seperti demikian. Masyarakat di mentawai sekarang sedang berduka, omongan ketua DPR dari fraksi Partai Demokrat ini hanya akan membuat masyarakat mentawai MARAH BESAR!

Negara Indonesia itu terdiri dari banyak pulau, wajar saja kalau masyarakatnya banyak yang tinggal di pulau-pulau terpencil. Seharusnya tugas pemerintah itu untuk memastikan bahwa rakyatnya sejahtera dan selamat, bukan mengusir mereka dari tempat tinggalnya. PIKIRAN PICIK NAMANYA ITU!

Dari ucapan Marzuki terlihat sekali kalau dirinya bukanlah orang yang sanggup dan mampu memimpin suatu organisasi, apalagi sekelas pemerintahan. dari kata-katanya dapat dikiaskan seperti:
"Sudah tahu indonesia itu penuh teroris, masih saja tinggal di indonesia",
"Sudah tahu indonesia itu rawan gempa, masih saja tinggal di indonesia",
"Sudah tahu jakarta itu rawan banjir, masih saja tinggal di jakarta",
dan akhirnya akan bilang seperti ini: "Sudah tahu hidup itu susah, penuh masalah, masih saja mau hidup, mendingan mati!".
Blog, Updated at: 9:14:00 PM

1 comments:

  1. Agree with this post, he does not deserve to be representative of the people.

    ReplyDelete

Silahkan, ditunggu komentarnya! ^^