AS Tidak Berminat Pimpin Serangan ke Libya

Written By Alfarqy on Monday, March 21, 2011 | 10:37:00 AM

AS Tidak Berminat Pimpin Serangan ke Libya
AS Tidak Berminat Pimpin Serangan ke Libya - Lain kemarin lain sekarang, lain ucapan lain juga tindakan. Itulah apa yang selalu dilakukan oleh negara Super Power, Amerika Serikat (AS). Setelah dua hari yang lalu, Sabtu 19 Maret 2011 kapal perang AS dan Inggris menghujani militer Libya dengan 112 rudal jelajah Tomahawk. Kini dengan hebatnya Amerika Serikat menyatakan tidak berminat memimpin operasi militer atas Libya.

Meski AS telah memelopori penembakan rudal ke sasaran-sasaran militer rezim Muammar Khadafi tersebut, dalam beberapa hari, kepemimpinan operasi pasukan Koalisi (Sekutu) itu akan diserahkan ke Prancis, Inggris, atau NATO (Organisasi Pertahanan Atlantik Utara).

Menurut kantor berita Associated Press, pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Robert Gates pada Minggu malam waktu AS. Gates menyatakan bahwa sikap itu sesuai arahan Presiden Barack Obama bahwa AS hanya menjalankan peran yang terbatas atas kampanye militer di Libya.

AS pun tidak akan mengerahkan pasukan darat untuk menjalankan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan Kamis pekan lalu, yang hanya merestui zona larangan terbang di Libya untuk mencegah serangan udara rezim Khadafi atas pasukan pemberontak.

"Kami sepakat menggunakan kemampuan yang terukur dan dalam beberapa hari mendatang akan menyerahkan tanggung jawab utama kepada pihak lain," kata Gates dalam perjalanan menuju Rusia.

"Kami akan terus mendukung mendukung koalisi dan akan menjadi anggota. Kami akan tetap menjalankan peran militer dalam koalisi, namun tidak akan mengemban tanggung jawab utama," kata Gates.

Menurut dia, ada dua kemungkinan terkait kepemimpinan operasi militer atas Libya. Kampanye itu akan dipimpin bersama oleh Inggris-Prancis, atau akan di bawah kendali NATO, di mana anggotanya termasuk AS, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya.

Pada serangan atas Libya Sabtu pekan lalu, 19 Maret 2011. Kapal perang AS dan Inggris menembakkan 112 rudal jelajah Tomahawk ke target-target militer Libya. Selanjutnya pesawat AS - di antaranya pengembom siluman B-2 dan jet-jet tempur Marinir - bersama dengan pesawat-pesawat Prancis melakukan serangan udara.

Sumber: vivanews.com
Blog, Updated at: 10:37:00 AM

0 comments:

Post a Comment

Silahkan, ditunggu komentarnya! ^^